Monday, July 12, 2010

TRIK SULAP ANGKA

Sebetulnya bukan trik sulap tapi trik sulap matematikan, trik matematika ini tidak sulit tapi cukup menarik.

CARA MAINNYA

Pertama, minta seseorang memilih bilangan empat angka (misal: 8552). Lalu, minta dia mengurangi bilangan tersebut dengan angka-angka penyusunnya (contoh: 8552 – 8 – 5 – 5 – 2 = 8532). Selanjutnya, dari hasil yang diperoleh (8532), mintalah dia untuk menyembunyikan sebuah angka dan menyebutkan angka sisanya. Lalu buatlah dia terkejut dengan menyebutkan angka yang dia sembunyikan dengan cepat. (contoh: dia menyembunyikan angka 5 dari 8532, lalu menyebutkan tiga angka sisanya: 8, 3, dan 2. Lalu Anda dengan cepat berkata, “Angkanya 5 kan….”).

Trik

Bagaimana? Apakah Anda cukup terkejut dengan “sulap” di atas? Triknya ternyata mudah saja… Bagaimana? Jumlahkanlah angka yang diberikan (8 + 3 + 2 = 13), lalu cari bilangan kelipatan sembilan yang terdekat dengan angka tersebut tetapi lebih besar atau sama dengan angka itu (dalam hal ini bilangan kelipatan 9 yang terdekat dan lebih besar atau sama dengan 13 adalah 18). Lalu, kurangkan 18 dengan 13 dan Anda akan mendapatkan jawabannya: LIMA!

Sebagai catatan, Anda akan mengalami sedikit kesulitan jika jumlah dari tiga angka yang diberikan adalah kelipatan 9. Jika itu terjadi, maka angka yang disembunyikan ada di antara 2 kemungkinan, 0 atau 9. Anda dapat mengakalinya dengan bertanya, “Angkanya besar kan…?”. Kalau responnya negatif, berarti angkanya 0 dan kalau responnya positif, berarti angkanya 9. Ini hanya salah satu cara, Anda bisa berkreasi dengan cara lain… ;)

Penjelasan

Nah, apakah Anda penasaran mengapa trik di atas bisa berjalan? Saya akan menjelaskannya. Pertama, yang harus Anda ketahui adalah ciri-ciri dari sebuah bilangan yang habis dibagi 9 adalah jumlah angka-angka penyusunnya habis dibagi 9 juga. Tidak percaya? Coba saja: 81 habis dibagi 9, maka 8 + 1 = 9 habis dibagi 9 juga. 87651 habis dibagi 9 karena 8 + 7 + 6 + 5 + 1 = 27 habis dibagi 9. 8421 tidak habis dibagi 9 karena 8 + 4 + 2 + 1 = 15 tidak habis dibagi 9.

Sekarang Anda sudah tahu ciri dari bilangan yang habis dibagi 9. Kita kembali pada permainan di atas. Misalkan bilangan yang dipilih adalah “abcd”. Bilangan ini bisa dituliskan menjadi 1000a + 100b + 10c + d. Lalu, mengurangkan bilangan tersebut dengan angka-angka penyusunnya berarti (1000a + 100b + 10c + d) – a – b – c – d = 999a + 99b + 9c = 9(111a + 11b + c). Artinya, hasilnya pastilah sebuah bilangan yang habis dibagi 9, maka jumlah angka-angka penyusun dari hasilnya pun habis dibagi 9.

Q . E . D

Saturday, July 10, 2010

Cut Tari Minta Maaf

setelah beradegan mesum dan telah di tetapkan menjadi tersangka akhirnya Cut Tari minta maaf


TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang mengatakan, satu dari tiga artis yang diduga terlibat kasus video porno, meminta maaf kepada masyarakat. "Ada di antara mereka yang sampaikan mohon maaf kepada publik, yang telah terganggu pemberitaan (kasus video mesum). Kan banyak yang terganggu akibat pemberitaan ini," kata Edward di Gedung Humas Mabes Polri, Kamis (8/7).

Menurut Edward, permohonan maaf tersebut disampaikan lewat salah satu pengacara dari ketiga artis itu. "Masalah perbuatannya sendiri diserahkan ke pihak berwajib," ujar Edward. Dia tidak bersedia menyebut nama artis maupun pengacara yang dia maksud. "Saya harap mereka sendiri yang sampaikan itu (kepada publik)."

Seperti diberitakan, kasus video porno yang beredar di internet pada awal Juni lalu. Kasus ini menyeret tiga nama selebirat ibukota, yaitu Nazril "Ariel" Irham, Luna Maya, dan Cut Tari. Polisi saat ini baru menetapkan Ariel sebagai tersangka. Dia ditahan di ruang tahanan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Sedangkan Luna dan Cut Tari masih sebagai saksi.

Thursday, July 8, 2010

SPANYOL MASUK FINAL PIALA DUNIA 2010

MADRID ( Berita ) : Seluruh rakyat di negara Spanyol meledak dalam kegembiraan saat tim nasional mereka mencapai final Piala Dunia untuk pertama kali setelah unggul 1-0 atas Jerman –perayaan berlangsung sepanjang malam.

“Selesai sudah! Kita masuk final Piala Dunia! Ini sejarah, sungguh menggembirakan!” demikian teriakan seorang juru ulas dari stasiun televisi La Cuatro saat peluit tanda pertandingan berakhir berbunyi. “Ini bukan mimpi, Spanyol masuk final!” demikian harian Madrid, ABC, menyatakan di jejaringnya.

Suara petasan, vuvuzela, klason mobil dan teriakan kegembiraan bergema di seluruh Madrid, tempat bendera warga merah dan emas Spanyol berkibar di balkon, atap rumah dan bar.

Ribuan penggemar yang dilanda kegembiraan bernyanyi dan mengibarkan bendera di luar stadion Bernabeu, Real Madrid, tempat pertandingan itu disiarkan melalui layar raksasa. Kerumunan orang berteriak, “Ya, ya, ini ya, ya!” dan “Aku orang Spanyol, Spanyol, Spanyol!” untuk merayakan kemenangan tersebut –yang mengantar Spanyol ke final melawan Belanda pada Ahad. “Kami sangat gembira, kami pantas menang,” kata Julia, yang berusia 17 tahun. Spanyol “membuka pertandingan” dan “memiliki peluang yang jauh lebih besar dibandingkan dengan Jerman”, kata Juan Sierra (17). Spanyol “mendominasi pertandingan dan pada babak kedua tim Jerman sudah kelelahan, dan dengan kesempatan yang kita buat kita jauh lebih segar”, kata Thomas Vasquez, ayah yang berusia 41 tahun dan menyaksikan pertandingan itu bersama putranya. Gol Carles Puyol pada menit ke-73 disambut dengan asap merah dari kembang api. Kota tersebut sebelumnya dilanda kegairahan dan harapan sebelum apa yang dikatakan surat kabar olah raga AS adalah “pertandingan hidup-mati kita”.

RAYAKAN KEMENANGAN

Orang yang berharap dapat tidur lebih awal di Spanyol kecewa karena negara tersebut meledak dalam hiruk pikuk kebisingan setelah tim mereka mencapai final Piala Dunia untuk pertamakali pada Rabu[08/07].

Fans tumpah ruah ke jalan untuk merayakan setelah sundulan Carles Puyol memberi tim juara Eropa tersebut kemenangan 1-0 atas Jerman untuk maju ke final, Minggu, melawan Belanda. Kedua tim belum pernah memenangi Piala Dunia sebelumnya.

Mobil-mobil melintas di jalanan di Madrid dengan klakson menggelegar, bendera-bendera Spanyol berkibar-kibar dari jendela-jendela, dan orang-orang yang menggelantung di jendela berteriak gembira.

Yang lainnya, membuka pakaian hingga sepinggang karena panas, mempertaruhkan hidup dan anggota badan dengan bermain matador dengan bendera mereka saat mobil-mobil melintas, dalam curahan emosi yang besar.

“Mereka bermain seperti tim dan pantas menang sejak menit pertama. Mereka tim yang lebih baik. Saya tidak bisa memilih satu pemain. Mereka semua bermain bagus,” kata Ignacio dari Valladolid kepada Reuters, setelah menyaksikan pertandingan di sebuah bar yang penuh di ibukota Spanyol.

Viva Espana` “Tekanan ada pada Jerman untuk bermain bagus setelah semua tuntutan yang mereka terima, lebih dari kami, dan mereka tidak melakukannya. Kami akan mengalahkan Belanda, pasti.”

Terompet vuvuzela juga terdapat di Spanyol, dan bisa terdengar bunyinya di jalan-jalan, ketika fans berjalan keliling mengenakan warna merah dan emas sambil menyanyi “Yo soy Espanol” (saya orang Spanyol) dan “Viva Espana”.

Sejumlah suporter terdengar bertanya dengan suara nyaring bagaimana rasanya jika Spanyol benar-benar menang pada Minggu setelah bertahun-tahun tidak berhasil dalam permainan itu.

Kawasan penggemar di samping stadion Real Madrid Bernabeu menjadi pusat bagi sebagai besar orang Spanyol dan ribuan di sana menyaksikan event melalui layar raksasa.

“Fantastik! Ini Piala Dunia kami dan kami akan memenangkannya,” kata seorang penggemar kepada televisi Reuters setelah bunyi peluit terakhir.

Sebagian fans Spanyol mulai menyanyi tentang Paul Gurita dari Jerman yang menjadi selebriti internasional atas ramalan tentang hasil-hasil pertandingan, dan mempertahankan rekor 100 persen dengan semua pertandingan-pertandingan Jerman. Spanyol akan melawan Belanda pada final di Johannesburg, Minggu. ( ant/afp/rtr)